banner ad

Thursday, June 22, 2017

Sejarah Jaka Tingkir alias Sultan Hadiwijaya



Samarqand di Asia tengah dikenal sebagai daerah Islam yang menelorkan ulama-ulama besar seperti sarjana hadist terkenal yaitu Imam Bukhari yang mashur sebagai perawi hadits sahih.
Di Samarqand ini ada seorang ulama besar bernama Syekh jamalluddin Jumadil Kubra, seorang Ahlussunnah , beliau mempunyai seorang putra bernama Ibrahim. Karena berasal dari Samarqand maka Ibrahim kemudian mendapat tambahan Samarqandi sehingga menjadi Ibrahim Samarqandi . Orang jawa sangat sukar mengucapkan Samarqandi maka mereka hanya menyebutkan sebagai Ki Hajar Asmorokandi.
Ki Hajar Asmorokandi ini diperintah oleh ayahnya yaitu Syekh Jamalluddin Jumadil Kubra untuk berda’wah ke negara-negara Asia. Perintah ini dilaksanakan, dan beliau kemudian diambil menantu oleh raja Cempa, dijodohkan dengan putri raja Cempa yang bernama Dewi Candrawulan.Dari perkawinannya dengan Dewi Candrawulan maka Ibrahim Asmarakandi mendapat dua orang putra yaitu Raden Rahmat atau Sayyid Ali Rahmatullah dan raden Santri atau Sayyid Alim Murtolo.

Sedangkan adik Dewi Candrawulan yang bernama Dewi Dwarawati diperistri oleh Prabu Brawijaya Majapahit. Dengan demikian Raden Rahmat itu keponakan Ratu Majapahit dan tergolong putra bangsawan atau pangeran kerajaan. Raja Majapahit sangat senang mendapat istri dari negeri Cempa yang wajahnya tidak kalah menarik dengan Dewi Sari.
Sehingga istri-istri lainnya diceraikan, banyak yang diberikan kepada para adipatinya yang tersebar di seluruh Nusantara.


Salah satu contoh adalah istri yang bernama Dewi Kian, seorang putri China yang diberikan kepada Adipati Ario Damar di Palembang beserta Anaknya yang dikemudian hari menjadi Sultan Demak.


Dewi Dwarawati kemudian bergelar Ratu Dwarawati. Beliau mempunyai Putri yang bernama Ratu Pembayun, yang kemudian menjadi Istri Adipati Handayaningrat di Pengging.

KERAJAAN PENGGING (1498-1518 M)


Kerajaan Pengging dipimpin oleh Prabu Handayaningrat suami dari  Ratu Pembayun  yang merupakan putri dari Sri Kertabhumi dari Majapahit.  Kerajaan pengging  penduduknya sebagian besar adalah peternak kerbau. mereka menggembalakan ternaknya menggunakan  kuda . Rakyat pengging tergolong kaum pemberani . Prabu Handayaningrat tidak mengakui kerajaan Demak dan  bersama rakyat pengging melakukan pemberontakan terhadap demak, namun  Demak mempunyai pasukan yang lebih banyak akhirnya pemberontakan berhasil diredam.  Prabu Handayaningrat Wafat dan  mempunyai  tiga orang putera yaitu Kebo Kanigara, Kebo Kenanga dan Lembu Amiluhur.  Karena Kebo Kanigara tidak tertarik untuk menjadi Adipati, maka Kebo Kenanga menggantikan menjadi Adipati.

Maka Kebo Kenanga dilantik menjadi Adipati bergelar Prabhu Hudhara  (1498-1518)
Kebo Kenanga Masuk Islam aliran Syech Siti Jenar, Sedangkan Kakaknya yaitu  Kebo Kanigara tidak suka dengan kepercayaan Syech Siti Jenar dan tetap memeluk Hindu, Kebo Kanigara memutuskan berpisah dan bertapa di hutan.(versi lain menyebutkan Kebo Kanigara masuk Islam, tapi bukan aliran Syeh Siti Jenar dan bergelar Ki Ageng Banyubiru)

Ki Ageng Pengging / Kebo Kenanga, yang masih berusia 21 tahun, sangat muda, menawarkan daerah Pengging sebagai pesantren Syeh Siti Jenar. 
Tahun 1497 Masehi, Sunan Giri, atas nama Pemimpin Dewan Wali Sanga, memerintahkan Sultan Demak dan Sultan Cirebon, yang tak lain Sunan Gunungjati, dan mereka berhasil menumpas ajaran Syeh Siti Jenar dan keluarga Pengging.

Mas Karebet, Putra Ki Ageng Pengging berhasil diselamatkan karena sedang diasuh Nyi Ageng Tingkir.  Waktu berlalu  dalam asuhan Nyi Ageng Tingkir  Mas Karebet berubah namanya menjadi Jaka Tingkir . Jaka Tingkir pada masa anak-anak oleh Nyi ageng tingkir disuruh belajar mengaji kepada Ki Ageng Selo, mantan murid Syeh Siti Jenar yang sudah bertobat. Jaka Tingkir juga bersahabat dengan cucu Ki Ageng Selo yaitu Pemanahan dan seorang lagi bernama Penjawi.  Saat Remaja  ketiga sahabat tersebut  bekerja sebagai  tukang getek, yaitu alat penyeberangan tradisional tebuat dari kayu  atau bambu yang di susun  untuk sarana penyeberangan sungai.  Jaka tingkir tingkir tidak pernah minta bayaran melainkan minta cium kepada ibu ibu yang menyeberang, itulah maka Jaka tingkir jadi bahan olok-olok teman-temannya dan muncul lagu "sang getek sinambi mbajul...".

Nyi Ageng Tingkir Sangat malu pada kelakuan Jaka Tingkir, maka Jaka Tingkir  dititipkan ke kakak Nyi Ageng Tingkir Yaitu Ki Ganjur  yang menjabat  Lurah Kaum ( Kepala pengurus masjid Istana Demak Bintoro).

Jaka Tingkir kemudian terdaftar menjadi Prajurut. Karirnya melejit dari prajurit biasa, menjadi "Lurah Wiratamtama",  Tapi kemudian dipecat karena membunuh calon prajurit bernama Danungawuk dalam ujian masuk prajurit.

Jaka Tingkir kemudian melanjutkan pendidikan di pesantren Ki Ageng Banyubiru (saudara seperguruan ayahnya). Setelah lulus, Jaka Tingkir diangkat menjadi Adipati Pajang bergelar Adipati Adiwijaya. Ia juga menikahi Ratu Mas Cempaka, putri Sultan Trenggana.

KERAJAAN PAJANG (1547 M)


Setelah Sultan Trenggana wafat, Sunan Prawoto, 1546, naik takhta, tapi kemudian tewas dibunuh Arya Penangsang (sepupunya di Jipang) tahun 1549. Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Kalinyamat, menantu Sultan Trenggana yang menjadi Adipati Jepara.


Setelah peristiwa tahun 1549 tersebut, Ratu Kalinyamat menyerahkan takhta Demak kepada Adiwijaya. Pusat kerajaan tersebut kemudian dipindah ke Pajang dengan Adiwijaya/Jaka Tingkir sebagai sultan pertama.

Adiwijaya mengadakan sayembara. Barangsiapa dapat membunuh Arya Penangsang akan mendapatkan tanah Pati dan Mataram sebagai hadiah. Sayembara dimenangi Danang Sutawijaya, cucu Ki Ageng Sela juga putera Ki Ageng Pemanahan. Dalam perang itu, Ki Juru Martani (kakak ipar Ki Ageng Pemanahan) berhasil menyusun siasat cerdik sehingga menewaskan Arya Penangsang di tepi Bengawan Sore.







Wednesday, June 14, 2017

Logika dalam Filsafat Alfarabi

BAGIAN I. LOGIKA

Bab I

LOGIKA

Dalam Logika Alfarabi mengikuti Aristoteles. Dia memiliki, bagaimanapun, pandangan aslinya sendiri. Logika-nya berhubungan dengan konsep, penilaian dan penalaran.

OPERASI MENTAL

Menurut Alfarabi, sebuah konsep adalah ide yang mewakili esensi obyektif atau catatan penting suatu benda. Ini adalah objek operasi mental pertama, yang disebut konsepsi. "Konsep," kata Alfarabi, "ditentukan oleh definisi; definisi menyatakan apa adanya. Melalui konsep definisi sangat diatur dan disistematisasi sehingga saling menyiratkan satu sama lain sampai kita sampai pada yang paling universal, yang tidak mengandaikan orang lain, seperti Menjadi, Diperlukan, Menjadi Kontingen Konsep seperti itu dapat dibuktikan dengan sendirinya, pikiran manusia dapat diarahkan kepada mereka dan jiwanya mungkin sadar akan hal itu, namun tidak dapat ditunjukkan kepadanya. Juga tidak dapat dijelaskan dengan menurunkannya dari apa Diketahui, karena mereka sudah jelas dalam diri mereka sendiri, dan itu dengan tingkat kepastian tertinggi. " 10

Bagi Alfarabi, penilaian adalah kombinasi dari entitas tertentu dengan ide universal. Sintesis yang khusus dengan yang universal tidak pernah terbukti dengan sendirinya. Itu menjelaskan mengapa kita harus mencari universal kedua yang universal pertama dan yang setuju. Begitu kita menemukan universal kedua yang dengannya kedua istilah penghakiman setuju, keduanya akan setuju juga, antara mereka sendiri, sesuai dengan prinsip hukum tertinggi setiap silogisme, "Dua hal yang sama dengan hal yang sama, Sama satu sama lain. " Jadi, misalnya, penghakiman, "Dunia dibuat" tidak begitu jelas untuk memungkinkan penyatuan "dunia" tertentu dengan universal "dibuat". Ada istilah mediasi untuk keduanya, dan inilah universal "Diramu". 11

Hal. 2

Menurut Alfarabi, proses penalaran yang dengannya kita memulai dari apa yang diketahui dan mapan dan melanjutkan ke pengetahuan yang tidak diketahui, adalah Logic yang secara tegas berbicara. 12 Filsafat, oleh karena itu, adalah mediasi, penalaran dan demonstrasi. Apakah filsafat hanya itu dan tidak ada yang lain? Tentu tidak. Ada sesuatu yang tidak dapat dimediasi atau ditunjukkan, yaitu, Prinsip Pertama.

Prinsip-prinsip Pertama adalah Kontradiksi, Kausalitas dan Sentral yang Dikecualikan. Prinsip seperti itu terbukti dengan sendirinya, karena mereka memiliki demonstrasi sendiri.

KATEGORI

Semua konsep kita bisa diklasifikasikan dalam sepuluh judul, disebut kategori. Sebab, kategori adalah penghitungan lengkap segala sesuatu yang bisa masuk ke dalam penilaian, baik sebagai subjek atau predikat. Alfarabi, mengikuti Aristoteles, menyebutkan sepuluh: Sub-stance, Kuantitas, Kualitas, Hubungan, Tempat, Waktu, Berlaga, Gairah, Posture dan memiliki. Kategori seperti itu, menurut Alfarabi, telah dikumpulkan secara empiris oleh Aristoteles. Mengamati hal-hal yang membuat alam semesta, Aristoteles menemukan bahwa beberapa di antaranya ada pada dirinya sendiri dan merupakan dasar dari beberapa kecelakaan atau perbedaan tertentu. Hal-hal yang ada dalam dirinya sendiri disebut "zat" dan perbedaan yang ia sebut "kecelakaan".

Aristoteles kemudian bertanya, "Ada banyak jenis kecelakaan di sana?" Dia melihat bahwa zat itu terbagi dan karena itu mampu sedikit banyak; Dengan demikian dia menamai Kuantitas kategori kecelakaan pertama. Menyadari bahwa substansi itu memiliki kapasitas untuk memperoleh karakteristik tertentu, seperti, "Peter itu baik," Paul adalah seorang filsuf, "Aristoteles tidak sempat memilih Mutu sebagai kategori kecelakaan kedua.

Karena zat saling terkait dalam arti bahwa konsep satu menyiratkan yang lain, Aristoteles kehilangan waktu dalam memilih

Hal. 3

[Paragraph continue] Hubungan sebagai kategori kecelakaan ketiga. Hubungan antara waktu dan benda dalam waktu membawanya untuk memberi nama Waktu di tempat keempat. Karena hubungan antara objek yang berbeda di ruang angkasa atau hubungan antara tempat dan benda yang ditempatkan, Aristoteles menyisihkan tempat sebagai kategori kecelakaan kelima. Kemampuan substansi untuk mengambil berbagai posisi membantunya memilih Postur sebagai kategori kecelakaan keenam. Pengaruh fisik zat pada produksi zat lain membuatnya menyebut Aksi sebagai kategori kecelakaan ketujuh. Karena zat dipengaruhi oleh penyebabnya yang efisien, ia memilih Gairah sebagai kategori kecelakaan kedelapan. Akhirnya hubungan benda itu dan benda itu membuatnya memilih Sebagai kategori kecelakaan kesembilan. 13

PERTANYAAN TERTENTU TENTANG KATEGORI

Dalam merawat Kategori, Alfarabi memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tertentu yang membuat para ahli Logika khawatir pada masanya. Pertama-tama, dia percaya bahwa tidak semua Kategori sepuluh benar-benar sederhana. Masing-masing sederhana bila dibandingkan dengan yang ada di bawahnya. Tapi hanya empat yang benar-benar sederhana, yaitu, Sub-stance, Kualitas, Kuantitas and Posture. Aksi dan Gairah berasal dari substansi dan kualitas; Waktu dan tempat dari substansi dan kuantitas; Setelah terjadi antara dua zat; Hubungan antara dua dari sepuluh kategori. 14

Ada derajat dalam kesederhanaan Kategori. Misalnya, Kuantitas dan Mutu bergantung langsung pada substansi, sedemikian rupa sehingga keberadaannya hanya membutuhkan satu zat. Sebaliknya, Relasi membutuhkan beberapa hal, mungkin dua zat, atau zat dan kecelakaan, atau dua kecelakaan. 15

Saat ditanya apakah Action and Gairah, yang ditemukan bersama, harus diklasifikasikan dalam kategori Relasi, Alfarabi

Hal. 4

Jawaban negatif Karena "ketika kita menemukan satu hal dengan yang lain," katanya, "tidak mengikuti bahwa ada ketergantungan hubungan di antara mereka." Misalnya, kita hanya menemukan pernafasan dengan paru-paru, hari hanya dengan matahari terbit, kecelakaan hanya dengan substansi, kata yang diucapkan hanya dengan lidah. Sekarang semua hal ini tidak diklasifikasikan dalam ketergantungan Hubungan, melainkan dalam hal kebutuhan. Kebutuhan penting adalah kebutuhan penting, seperti kelahiran hari pada saat terbitnya matahari; Dan kebutuhan yang tidak disengaja seperti kepergian Zeid pada saat kedatangan Amron. Selanjutnya, ada kebutuhan lengkap bila ada satu hal karena alasan yang lain, seperti ayah dan anak; Sementara itu kebutuhan yang tidak lengkap ketika ketergantungan hubungan bersifat unilateral, sebagai satu dan dua, keduanya bergantung pada keduanya, tapi yang satu tidak bergantung pada keduanya. 16

Kami bertanya apakah Seimbang dan takseimbang adalah milik Kuantitas, dan Sifat Mutu dan Ketidaksamaan yang serupa. Menurut Alfarabi, masing-masing dari dua istilah Seimbang and takseimbang, yang diambil secara terpisah, adalah milik Kuantitas, sementara jika kedua istilah tersebut digabungkan, deskriptif Kuantitas. Hal yang sama berlaku untuk Similar dan Ketidaksamaan mengacu pada Kualitas. 17

Sehubungan dengan teori Pertentangan, Alfarabi membuat beberapa pengamatan yang sangat mendalam. "Apakah sebaliknya tidak adanya (privation) yang bertentangan? Apakah putihnya tidak hitam?" Tanya Alfarabi. Dia menjawab, "Bukan karena putih adalah sesuatu dan bukan hanya tidak adanya hitam. Karena tidak adanya hitam adalah fakta adanya putih, kita dituntun untuk mengatakan bahwa setiap bertentangan adalah tidak adanya kebalikannya. . " 18

Orang mengatakan bahwa ilmu tentang pertentangan adalah satu. Tapi Alfarabi mengatakan bahwa sebuah pembedaan harus dibuat, karena "Jika kita berurusan dengan ilmu tentang sesuatu yang kebetulan bertentangan, maka ilmu pengetahuan itu tidak identik dengan yang bertentangan.

Hal. 5

Ilmu Pengetahuan yang Baik bukan dari Unjust, pengetahuan tentang Putih bukanlah pengetahuan tentang Hitam. Di sisi lain, jika kita berurusan dengan ilmu tentang sesuatu sejauh bertentangan, maka sains ini satu dengan yang bertentangan, karena dalam pengertian ini kedua pertentangan itu benar-benar dan benar-benar dua saudara. "19

"Berlawanan dan Sebaliknya berbeda dan harus dibedakan satu sama lain," kata Alfarabi. "Berlawanan adalah dua hal yang tidak dapat eksis di objek yang sama pada saat yang sama dan dalam hal yang sama, seperti kualitas ayah dan anak. Berlawanan adalah bagian dari keluarga yang tepat. Kontras adalah hal yang aneh dan bahkan, penegasan dan pengabaian, penglihatan dan kebutaan." 20

Beberapa bertanya berapa banyak hal yang diperlukan untuk pengetahuan yang tidak diketahui. "Dua hal itu perlu dan cukup," jawab Alfarabi. "Jika ada lebih dari dua, ini berarti bahwa mereka tidak perlu mengetahui objek yang sedang diselidiki." 21

"Apakah proposisi," Manusia ada "sebuah penilaian dengan atau tanpa predikat?" Tanya Alfarabi. "Jika manusia dianggap berasal dari sudut pandang alamiah dan obyektif," dia menjawab, "penghakiman itu tanpa predikat karena kenyataan adanya adalah satu dengan manusia dan tidak dapat dibedakan darinya, sementara predikat tersebut menunjukkan perbedaan dari hal yang dengannya Dari sudut pandang logis, penghakiman memiliki predikat, karena terdiri dari dua istilah yang mungkin benar atau salah. " 22

Di Logika juga Alfarabi membuat beberapa pengamatan cemerlang dan orisinil, dan memberi bukti pengetahuan agung Organon dan Isagoge.

___________________________________________________________________________
Catatan kaki

1:10 Alfarabi, Sumber Pertanyaan, dalam Koleksi, op. Cit. N. 1, hal. 65.

1:11 Alfarabi, Sumber Pertanyaan, dalam Koleksi, op. Cit. N. 2, hal. 65.

2:12 Id. Op. Cit. N. 2, hal. 66.

3:13 Alfarabi, sebuah surat untuk menjawab pertanyaan tertentu, dalam koleksi, op. Cit. N. 25, hlm. 103-105.

3:14 Alfarabi, sebuah surat untuk menjawab pertanyaan tertentu, dalam koleksi, op. Cit. N. 19, hlm. 98-99.

3:15 Id. Op. Cit. N. 13, hal. 98.

4:16 Id. Op. Cit. N. 18, hlm. 98.

4:17 Id. Op. Cit. N. 24, hlm. 102.

4:18 Id. Op. Cit. N. 17, hlm. 97-98.

5:19 Id. Op. Cit. N. 37, hal. 109.

5:20 Id. Op. Cit. N. 38, hlm. 109-110.

5:21 Id. Op. Cit. N. 29, hlm. 106-107.


5:22 Id. Op. Cit. N. 16, hlm. 97.

Sunday, June 11, 2017

Travels of Ibn Batuta

RIHLAH IBN BATUTA
Kisah perjalalanan Ibn Batuta Terjemahan Bahasa Inggris.









Abu Abdullah Muhammad Ibn Battuta, yang lebih dikenal sebagai Ibnu Battuta (1304-sekitar tahun 1377 M) adalah seorang sarjana dan pelancong Berber Muslim, yang lahir di Tangier, Maroko. Dia dianggap sebagai salah satu pelancong terbesar sepanjang masa, dan terkenal karena perjalanan dan kunjungannya. Judul lengkap dari buku perjalanannya adalah Tuhfat al-anzar fi gharaaib al-amsar wa ajaaib al-asfar (sebuah hadiah untuk mereka yang merenungkan keajaiban kota dan keajaiban perjalanan), namun sering disebut sebagai Ibnu Rihla Battuta (rihla berarti perjalanan). Didorong oleh pencarian petualangan dan pengetahuan, Ibn Battuta memulai perjalanan ini ketika usianya baru 21 tahun, awalnya berniat untuk pergi haji ke Mekah. Perjalanan, bagaimanapun, membentang hampir 30 tahun. Pada periode itu, ia meliput keseluruhan dunia Islam dan sekitarnya: dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan dan Eropa Timur di barat, ke Timur Tengah, benua India, Asia Tengah, Asia Tenggara dan China di Timur, jarak yang jauh melebihi yang diliputi oleh pendahulunya atau oleh hampir-kontemporernya, Marco Polo. Ketika Ibn Battuta akhirnya kembali ke Maroko pada awal 1350an, dia ditugaskan oleh Abu Inan Faris, sultan dari Maroko, untuk membuat laporan tentang perjalanannya. Ibn Battuta kemudian mendiktekan ceritanya kepada penyair Ibnu Juzayy al-Kalbi.

____________________________________________________________




Safinah Al Najah0

KITAB SAFINATUNNAJAH

Buku Kecil Fikih Mahzab Syafi'i





Kitab Safinah memiliki nama lengkap "Safinah al-Najah Fima Yajibu `ala Abdi Ii Maulah" (perahu keselamatan di dalam mempelajari kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya). Kitab ini walaupun kecil saiznya akan tetapi sangatlah besar manfaatnya. Di setiap kampung, kota dan negara hampir semua orang mempelajari bahkan menghafalnya, baik secara individu mahupun kolektif. Kitab ini boleh diperolehi dengan mudah di pelbagai pusat pendidikan Mazhab Syafi'i kerana para pelajar mahupun para ulama sangatlah gemar mempelajarinya dengan teliti dan terperinci. 


INDEX:











Safina Al-Najah 3

JANAZAH


Bagian: Ada Empat Hal yang Wajib untuk Jenazah: 
1. Untuk mencuci almarhum
2. Untuk menyelimuti almarhum
3. Untuk melakukan ṣalāh atas almarhum
4. Mengubur almarhum

Bagian: Integrasi ṣalāh Janazah (Doa Pemakaman) adalah Tujuh: 
1. Niat
2. Empat takbir.
3. Berdiri bagi mereka yang mampu.
4. Pembacaan Surah al-Fātiḥah.
5. Ṣalāh atas Nabi setelah takbir kedua. 
6. Du'ā untuk almarhum setelah takbir ketiga.

7. Salām.

Safinah Al-Najah 7

Ketentuan untuk Ḥajj menjadi Wājib adalah Enam:
1. Islam.
2. Sanity.
3. Mencapai masa puber.
4. orang bebas
5. Jalan menuju Makkah aman.
6. Memiliki kemampuan (cukup penyediaan dan alat angkut untuk perjalanan) .


Integrasi dari Ḥajj adalah Enam:
1. Iḥrām - untuk membuat niat melakukan ḥajj di dalam hati dan untuk melafalkan talbiyah.
2. Wuqūf - Tinggal di 'Arāfah; Bahkan jika sebentar lagi setelah zawāl tanggal 9 Dhul Ḥijjah sampai fajar tanggal 10 DhulḤjahjah.
3. Membuat "ṭawaf al-Ifāḍah" yang dilakukan setelah tinggal di'Arāfah.
4. Sa'ī - terjadi antara ṣafā dan Marwah.4
5. Ḥalq - mencukur atau memperpendek rambut
6. Tartīb (urutan).
Integrasi 'Umrah

Integrasi 'Umrah adalah Lima:
1. IḤrām - untuk membuat niat melakukan'umrah di dalam hati.
2. Untuk membuat ṭawaf dari'umrah.
3. Sa'ī - terjadi antara Safā dan Marwah.
4. Mencukur atau memperpendek rambut.
5. Tartīb (urutan).

Wājibat  dari Ḥajj adalah Lima:
1. Seseorang memasuki iḥrām di miqat (situs yang tepat).
2. Tinggal malam di Muzdālifah.
3. Merajam tiga "al-Jamrat" (situs rajam).
4. Tinggal di malam hari mengikuti'Eid  di Mīnā.
5. ṭawāf al-wada'


HAJI DAN UMRAH

Hal-hal yang Tidak Sah Sementara di Iḥrām adalah Sepuluh:
1. Pria yang mengenakan pakaian berjahit.
2. Pria menutupi kepala mereka.
3. Menyisir rambut.
4. Mencukur rambut atau mencabutnya.
5. Pemangkasan kuku.
6. Menerapkan parfum.
7. Membunuh binatang permainan.
8. Melakukan nikāh.
9. Melakukan hubungan seksual
10. Foreplay seksual selain hubungan seksual.

Ada sembilan hal yang mengharuskan jenis menyembelih ini:
1. Pertunjukan sebuah'umrah dulu (tamattu' ḥajj).
2. Pertunjukan ḥajj dan'umrah secara bersamaan (qiran).
3. Tidak berdiri di 'Arāfah.
4. Merindukan rajam di situs rajam Mīnā pada tiga hari setelah Idul Fitri, waktu yang berakhir pada matahari terbenam pada hari ketiga jika seseorang tidak pergi lebih awal.
5. Untuk melewatkan semua tiga malam di Mīnā setelah Idul Fitri, meskipun jika seseorang hanya melewatkan satu malam saja, seseorang membagikan 509 gram gandum kepada orang miskin di ḥarām, dan jika dua malam, maka dua kali lipat jumlah ini.
6. Kehilangan menghabiskan malam di Muzdalifah.
7. Tidak memasuki iḥrām di mīqāt (situs yang tepat).
8. Melanggar sumpah satu.
9. Tidak melakukan Ṭawāf al-Wada' (perpisahan perpisahan).

Ada delapan hal yang mengharuskan jenis menyembelih ini:
1. Penghapusan tiga bulu pada satu waktu dan tempat, artinya interval antara melepaskan masing-masing tidak dianggap lama, dan satu tetap berada di tempat yang sama, meski jika pengangkatannya tidak terjadi pada satu waktu dan tempat, seseorang harus membayar 509 gram gandum untuk orang miskin atau cepat satu hari untuk setiap rambut, bahkan jika jumlahnya melebihi tiga.
2. Pemangkasan tiga paku pada satu waktu dan tempat, dengan aturan dan batasan yang sama seperti yang baru saja disebutkan.
3. Pria yang mengenakan pakaian menjahit atau menutupi kepala mereka, atau wanita yang menutupi wajah mereka.
4. Menggunakan minyak.
5. Menggunakan aroma.
6. Mencumbu lawan jenis selain hubungan seksual.
7. Melakukan hubungan seksual untuk kedua kalinya setelah melakukan manuver dengan melakukan hubungan seksual awal.

8. Melakukan hubungan seksual antara pelepasan sebagian dan pelepasan dari iḥrām.

Safina Al- Najah6

PUASA


Puasa Ramaḍān
Bagian: Puasa Ramaḍān Menjadi Wajib Dengan Pencapaian Salah Satu dari Lima Hal:
1. Setelah menyelesaikan tiga puluh hari Sha'ban.
2. Dengan melihat bulan bagi orang yang melihatnya, meskipun dia adalah seorang fāsiq (orang berdosa) .
3. Kesaksian orang yang adil (non-fāsiq) bagi mereka yang tidak melihatnya.
4. Informasi tentang orang yang tepat yang informasinya dapat diandalkan, apakah hati cenderung menjadi atau tidak, dan juga dengan informasi tentang sumber yang tidak dapat dipercaya jika seseorang menginginkannya sebagai kebenaran.
5. Dengan persepsi bahwa Ramaḍān telah memulai (ini) untuk orang yang meragukannya.

Bagian: Kondisi untuk Keabsahan Puasa adalah Empat:
1. Islam
2. Sane.
3. Suci dari haiḍ (menstruasi) .
4. Sudah diketahui waktu yang tepat.

Bagian: Kondisi Puasa Menjadi Wājib adalah Lima:
1. Islam.
2. Mukallaf (mencapai usia pubertas dan waras) .
3  Mampu
4. Sehat                      
5. Muqim (bermukim secara menetap diwaktu yang lama)

Bagian: Integrasi Puasa Ramaḍān adalah Tiga:
1. Untuk membuat niat di malam hari untuk setiap hari yang jauh »(cepat).
2. Untuk menahan diri dari sengaja melakukan hal-hal yang berbuka puasa, bagi orang yang sadar akan puasanya dan tidak bodoh.
3. Orang yang puasa itu sendiri.

Qaḍā' dari Puasa dan Kaffarah
Buka puasat di bulan Ramaḍān
Bagian: Berbuka Puasat di Ramaḍān adalah Empat Jenis (dalam Respek terhadap Aturan):
1. Wājib, seperti untuk wanita yang mengalami haiḍ dan pendarahan pascakelahiran.
2. Diijinkan, seperti musafir dan orang sakit.
3. Apa yang bukan wājib atau yang diijinkan, seperti kegilaan.
4. Ḥarām, seperti dia yang menunda pembuatan Ramaḍān meski memiliki kemampuan untuk melakukannya, sampai waktunya tidak mengizinkannya.


Bagian: Hal Yang Dengan Mencapai Perut, tidak membatalkan Puasa ada Tujuh:
1. - 3. Yang mencapai rongga tubuh  dari kelupaan, ketidaktahuan atau kekuatan.
4. Pencampuran air liur dengan apa yang ada di antara gigi dan dia tidak dapat melepaskannya, karena itu dia dimaafkan.
5. Debu dari jalan yang sampai ke rongga tubuh.
 6. - 7. Debu dari tepung terigu atau lalat dll yang mencapai rongga tubuh.