Doa Akhir Tahun:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى
اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ
فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ
قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ
جَرَا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا
عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ
فَاَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ
وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ
Transliterasi:
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa
Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa
‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa
lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa
uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika
fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa
wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa
dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai
minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil
ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang. Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada
junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat
beliau. Ya Alloh! Apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu
yang Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, padahal
Engkau tidak meridloi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau
bersikap lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau
seru aku untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada MU,
maka sungguh aku mohon ampun kepada MU, ampunilah aku! Dan apapun yang
telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridloi dan Engkau janjikan
pahala kepadaku, maka aku mohon kepada MU ya Alloh, Dzat Yang Maha
Pemurah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan
janganlah Engkau putus harapanku dari MU, wahai Dzat Yang Maha Pemurah!
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita
Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.
banner ad
Sunday, September 9, 2018
Petunjuk Bagi pemula Untuk Mengerjakan Shalat
Melakukan Doa-Doa Muslim
- 1Buatlah niat Anda dipahami dalam hati Anda. Sebelum memulai salat, penting bahwa Anda memiliki niat untuk berdoa.
2Angkat tangan Anda ke telinga Anda dan ucapkan Allahu Akbar (الله أَكْبَر). Ini diterjemahkan menjadi "Allah adalah yang terbesar." Lakukan ini sambil berdiri (atau duduk jika Anda tidak tahan).
3Letakkan tangan kanan Anda di atas tangan kiri Anda. Letakkan tangan Anda baik di pusar Anda, di dada Anda, atau di antara keduanya; ada perbedaan pendapat antara aliran pemikiran Islam. Tetap fokus pada tempat Anda berdiri. Jangan biarkan mata Anda berkeliaran.
- Bacalah Istiftah Du'a (doa pembuka):
subhanakal-lahumma
wabihamdika watabarakas-muka wataaaala
judduka wala ilaha ghayruk.
a'auodu billaahi minash-shaytaanir rajeem
bis-millaahir rahmaanir raheem - Ikuti dengan Surat Al-Fatihah (Surat ini dibacakan di setiap Rak'ah):
Bismillaahir Rahmaanir Raheem
Alhamdu lillaahi Rabbil 'aalameen
Ar-Rahmaanir-Rahiim
Maaliki Yawmid-Deen
Iyyaaka na'budu wa lyyaaka nasta'een
Ihdinas-Siraatal-Mustaqeem
Siraatal-lazeena an'amta 'alaihim
Ghayril-maghdoobi' alaihim wa lad-daaalleen - Bacalah surah atau bagian lain dari Alquran, seperti Surah Ikhlas [12] :
Qul huwal laahu ahad
Allah hus-samad
Lam yalid wa lam yoolad
Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad - Membaca surat setelah Al-Fatihah tidak wajib; itu sunnah.
- Bacalah Istiftah Du'a (doa pembuka):

4Katakan "Allahu Akbar" dan membungkuk. Tekuk tubuh Anda sehingga punggung dan leher Anda selurus mungkin dan sejajar dengan tanah, menjaga mata Anda di sana. Punggung dan kepala Anda harus dalam sudut 90 derajat dengan kaki Anda. Anda tidak perlu membuat sudut yang sempurna; Tubuh Anda harus rileks. Posisi ini disebutruku .
- Sambil berdiri, bacalah Rabana Walakal Hamd (Tuhan Kami, semua pujian untuk Anda) sekali. Anda juga dapat menambahkan Hamdan Katheeran Tayyiban Mubaarakan Feeh "(pujian yang berlimpah, sangat baik dan diberkati) setelah. [13]
- Ketika Anda diposisikan sepenuhnya, katakan Subhanna Rabbiyal A'laa (Mulia adalah Tuhanku, yang paling Tinggi) tiga kali.
- Lengan bawah Anda seharusnya tidak di lantai. [14]
- 7Bangkitlah dari sajdah dan duduk di atas lututmu. Tempatkan kaki kiri Anda dari bola ke tumit di lantai. Kaki kanan Anda harus berada di lantai hanya. Letakkan tangan Anda di lutut Anda. Anda bisa membaca Allaahumma-ghfir lee warhamnee wajburnee, warfa'nee, wa 'aafinee war'zuqnee (Ya Allah, maafkan saya, kasihanilah saya, perkuat saya, angkat saya dalam status, maafkan saya dan berilah saya bekal).
- Ada doa lain yang dapat Anda baca dalam posisi ini, seperti Allahuma-ghfirlee dua kali (Ya Allah, ampunilah saya).
- .

8Katakanlah Allahu akbar dan berdiri. Anda telah menyelesaikan satu rak'ah.Bergantung pada salat, Anda mungkin perlu menyelesaikan hingga tiga lagi.
- Dalam setiap rakaat kedua, setelah sajdah kedua, duduk di atas lutut Anda lagi.Membaca:
- Tashahhud: At-tahiyyaatu Lillaahi wa-salaawaatu wa-tayyibaat. As-salaamu 'alayka ayyuha-Nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. As-salaamu 'alayna wa' ala 'ibaad-illaah-is-saaliheen. Ash-hadu al-aa ilaaha ill-Allaah wa ash-hadu anna Muhammad 'abduhu wa rasooluhu
- "Semua pujian, doa dan kata-kata murni adalah karena Allaah. Damai bagimu, wahai Nabi, dan rahmat dari Allaah dan berkat-Nya. Damai atas kami dan atas budak-budak Allaah yang lurus. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allaah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah budak dan Rasul-Nya ".
- Durood: Allaahumma salli 'ala Muhammad, wa' ala aali Muhammad, kama salayta 'ala Ibraaheem, wa' ala aali Ibraaheem, innaka hameedun majeed. Allaahumma baarik 'ala Muhammad, wa' ala aali Muhammad, kama baarakta 'ala Ibraaheem, wa' ala aali Ibraaheem, innakun hameedun majeed
- "O Allaah, kirimkan doa kepada Muhammad dan atas keluarga Muhammad, ketika kamu mengirim doa kepada Ibraaheem dan keluarga Ibraaheem, Kamu memang pantas dipuji, penuh kemuliaan. O Allaah, berkati Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai kamu diberkati Ibraaheem dan keluarga Ibraaheem, Anda memang Layak Puji, Penuh Kemuliaan ".

9Selesaikan doa dengan tasliim atau Salam. Setelah tashahhud, durood, dan setiap do'a Anda ingin membaca, akhiri doa dengan:
- Putar kepalamu ke kanan dan katakan, As-salamu alaykum wa Rahmatullahi wa Barakaatuhu . Malaikat yang mencatat perbuatan baikmu ada di sisi ini.
- Balikkan kepala ke kiri dan katakan, As-salamu alaykum wa Rahmatullahi wa Barakaatuhu. Malaikat yang mencatat perbuatan salahmu ada di sisi ini. Doa-doa telah berakhir!
- Variasi lain dari tasleem adalah dengan mengatakan As-salamu alaykum wa Rahmatullah .
5
Berdiri kembali (naik dari ruku). Sambil bangkit, ucapkanlah Samiallah Huliman Hamidah dengan tangan Anda di samping Anda. Ini berarti "Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya".
6
Katakanlah Allahu Akbar dan bersujud. Letakkan kepala, lutut, dan tangan di lantai. Ini adalah posisi yang disebut "sajdah."
Mendatangkan Uang Setiap Hari Dengan Surah Al Balad
SURAH AL BALAD
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
لا أُقْسِمُ بِهَذَا الْبَلَدِ
وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَذَا الْبَلَدِ
وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي كَبَدٍ
أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالا لُبَدًا
أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ
أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ
وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
فَلا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ
فَكُّ رَقَبَةٍ
أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ
يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ
أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ
TRANSLITERASI SURAH AL BALAD LATIN
"Bismillahirrahmanirrahiim"
1. laa uqsimu bihaadzaa albaladi
2. wa-anta hillun bihaadzaa albaladi
3. wawaalidin wamaa walada
4. laqad khalaqnaa al-insaana fii kabadin
5. ayahsabu an lan yaqdira ‘alayhi ahadun
6. yaquulu ahlaktu maalan lubadaan
7. ayahsabu an lam yarahu ahadun
8. alam naj’al lahu ‘aynayni
9. walisaanan wasyafatayni
10. wahadaynaahu alnnajdayni
11. falaa iqtahama al’aqabata
12. wamaa adraaka maa al’aqabatu
13. fakku raqabatin
14. aw ith’aamun fii yawmin dzii masghabatin
15. yatiiman dzaa maqrabatin
16. aw miskiinan dzaa matrabatin
17. tsumma kaana mina alladziina aamanuu watawaasaw bialshshabri watawaasaw bialmarhamati
18. ulaa-ika ash-haabu almaymanati
19. waalladziina kafaruu bi-aayaatinaa hum ash-haabu almasy-amati
20. ‘alayhim naarun mu/shadatun
TERJEMAHAN SURAH AL BALAD
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".
1. ”Aku bersumpah dengan negeri ini”
2. “dan kamu yang tinggal di negeri ini”
3. “dan demi orang tua beserta anaknya”.
4. “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan rapuh”
5. “apakah ia menganggap bahwa tiada yang memelihara dirinya?”
6. “ia menyatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."
7. “Apakah ia menyangka bahwa tiada yang mengawasi dirinya?”
8. “Bukankah Kami yang telah membentuk sepasang mata untuk dirinya”
9. “sebuah lidah serta sepasang bibir”
10. “Serta Kami telah menunjukkan kepada dirinya dua pilihan,”
11. “namun ia tak menempuh hal yang diutamakan”
12. “tahukah kamu hal yang diutamakan itu?”
13. “memerdekakan budak,”
14. “atau memberi makanan pada hari kelaparan”
15. “anak-anak yatim terdekat”
16. “atau golongan miskin yang tak berdaya”
17. “serta ia termasuk orang-orang yang beriman serta berteguh dalam kesabaran juga menjunjung kasih sayang”.
18. “merekalah golongan kanan”.
19. “Sedangkan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, orang-orang itu merupakan golongan kiri”
20. “orang-orang itu dikurung dalam Neraka”.
Bila Surah Al Balad ini dibaca setelah Shalat Qobliyah Subuh , yaitu shalat sunah sebelum shalat subuh maka yang mengamalkan akan selalu tidak pernah Kesepian Uang. Cara mengamalkannya setelah shalat Qobliyah Subuh jangan berpidah dari duduk anda atau jangan bergeser sedikitpun dari duduk anda dari posisi selesai shalat qobliyah dan dalam posisi duduk itu bacalah Surah Al Balad sampai selesai setelah itu harus langsung Shalat Subuh. Insya Allah hidup anda tidak akan pernah sepi dari uang bila dikerjakan setiap hari dan Istiqomah. Amiin.
Rasulullah menyebut Surah Albalad sebagai Quisul faqirin atau dompet orang fakir.
Saturday, September 1, 2018
Khilafah Relefankah Untuk Indonesia ?
Indonesia pada jaman Khilafah Abad 15 - 16 terpecah pecah dalam beberapa kerajaan kecil seperti di peta ini.
Peta dibawah ini adalah wilayah Khilafah Turki Usmani pada abad 16
Sedangkan berikut ini adalah peta Indonesia masa NKRI Moderen msa kini,
Sedangkan dibawah ini adalah peta timur tengah masa kini, masuk akal kalau mereka yang butuh Khilafah dan kita tidak. Khilafah sama saja negara kita terpecah menjadi negara kecil-kecil lagi
Tumbuh subur dan berkembangnya isu khilafah di tengah masyarakat Indonesia, meski tidak sesuai dengan falsafah dasar negara Republik Indonesia, menjadi tantangan bagi ideologi negara kesatuan republik Indonesia. Pancasila yang menjadi ideologi negara kesatuan republik Indonesia sesuai dengan prinsip dasar syariat Islam, dalam Pancasila tidak terdapat satu kalimat pun yang bertentangan dengan syariat Islam dan ajaran agama lainnya yang sudah diakui secara konstitusional dalam UUD 1945.
Negara kesatuan Republik Indonesia bukan negara agama dan juga bukan negara sekuler, bahkan bukan negara yang bukan-bukan. Indonesia merupakan negara hukum yang mengakui eksistensi masyarakat yang meyakini agama dan keyakinanya masing masing. Sungguh merupakan aplikasi dari contoh yang telah dibentuk oleh Rasulullah di negara Madinah dengan mengakomodir semua agama, bahkan suku yang tidak beragama pun disatukan dalam wadah negara yang dipimpin Rasulullah yaitu negara Madinah.
Sistem yang dibangun Rasulullah dan kaum mukminin yang hidup bersama beliau di Madinah, jika dilihat dari segi praksis dan diukur dengan variabel-variabel politik di era modern saat ini, dapat dikatakan bahwa sistem tersebut merupakan sistem politik par excellence. Sehingga jika dilihat dari tujuan-tujuan, motif-motifnya, dan fundamental maknawi dimana sistem itu berpijak, tidak salah untuk dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem relijius.
Dengan demikian, suatu sistem dapat menyandang dua karakter sekaligus, karena hakikat Islam yang sempurna telah merangkum urusan-urusan materi dan ruhani. Termasuk mengurus perbuatan-perbuatan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat.
Dalam politik Islam dikenal konsep kepemimpinan, untuk memahami konsep kepemimpinan maupun jenis negara yang ada dalam khasanah Islam tersebut, perlu untuk terlebih dahulu memahami definisi makna dari konsep kepemimpinan baik dari sisi etimologi maupun terminologi.
Diantara konsep kepemimpinan negara, terdapat berbagai sebutan untuk kepala negara, seperti; khalifah, amirul mu’minin, imam, sulthon, Perdana Menteri dan Presiden. Semua gelaran itu tidak ada yang bertentangan dengan hakekat syariat Islam diciptakan oleh Allah SWT untuk kemaslahatan umat manusia dan makhluk Tuhan lainnya.
Cita-cita dan harapan dari segelintir komunitas yang mewacanakan mengganti model negara bangsa menjadi negara agama mungkin juga hanya ilusi dan hayalan belaka. Sebab model negara yang ada saat ini sudah final dan jelas dari sisi arah, tujuan, sistem dan mekanisme ketatanegaraannya. Sementara model negara yang diwacanakan belum jelas arah, tujuan, sistem dan mekanisme ketatanegaraanya.
Seluruh generasi muda, terutama para bapak bangsa, harus belajar mengisi kemerdekaan ini dan memahami dinamika politik yang sangat tinggi sebagai salah satu ciri bangsa yang sedang berkembang. Agar para generasi muda tidak mudah kena penyakit ‘galau’ yang berakibat pada hilangnya jati diri sebagai generasi harapan bangsa yang wajib mempersiapkan diri untuk mengisi sistem bernegara yang sudah dipersiapkan oleh para founding fathers melalui tetesan keringat, air mata dan darah.
Pada satu sisi, fenomena ‘prilaku galau’ dari sebagian anak bangsa yang mewacanakan dan bahkan memobilisasi massa untuk mendukung konsep khilafah menjadi tanggung jawab bersama, tidak terkecuali orang tua, guru, tokoh pendidik dan tokoh masyarakat lainnya. Pada sisi lain, tentu sangat mendesak bagi seluruh lapisan masyarakat dan semua komponen bangsa untuk ikut serta mengambil peran strategis dalam menyiapkan serta meningkatkan wawasan kebangsaan dan memperkuat semangat nasionalisme keindonesiaan yang berlandaskan pada empat konsensus dasar bernegara (Pancasila, UUD 195, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI).
Sebagai manusia Indonesia yang berwatak republik, tentu sikap diam bukanlah cara cerdas dan tuntas dalam menghadapi fenomena bergelindingnya ‘bola hantu’ bernama negara agama yang bermimpi bisa menjebol pertahanan kekuatan negara bangsa yang sejak dilahirkan oleh para tokoh-tokoh bangsa telah menjadikan nilai-nilai agama sebagai dasar dan falsafah yang tidak terkalahkan dengan faham-faham yang berkembang dan diterapkan pada banyak Negara.
Jati diri bangsa para generasi muda harus dikokohkan dalam mempertahankan Pancasila sebagai falsafah dasar bernegara, dan bukan falsafah dasar beragama. Bila langkah pasti tersebut dapat diwujudkan dalam segala gerak-gerik berbangsa, wacana negara apapun pada akhirnya tidak akan dapat menggoyahkan semangat nasionalisme kebangsaan dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.
Indonesia pada jaman Khilafah Abad 15 - 16 terpecah pecah dalam beberapa kerajaan kecil seperti di peta ini.
Peta dibawah ini adalah wilayah Khilafah Turki Usmani pada abad 16
Sedangkan berikut ini adalah peta Indonesia masa NKRI Moderen msa kini,
Sedangkan dibawah ini adalah peta timur tengah masa kini, masuk akal kalau mereka yang butuh Khilafah dan kita tidak. Khilafah sama saja negara kita terpecah menjadi negara kecil-kecil lagi
Tumbuh subur dan berkembangnya isu khilafah di tengah masyarakat Indonesia, meski tidak sesuai dengan falsafah dasar negara Republik Indonesia, menjadi tantangan bagi ideologi negara kesatuan republik Indonesia. Pancasila yang menjadi ideologi negara kesatuan republik Indonesia sesuai dengan prinsip dasar syariat Islam, dalam Pancasila tidak terdapat satu kalimat pun yang bertentangan dengan syariat Islam dan ajaran agama lainnya yang sudah diakui secara konstitusional dalam UUD 1945.
Negara kesatuan Republik Indonesia bukan negara agama dan juga bukan negara sekuler, bahkan bukan negara yang bukan-bukan. Indonesia merupakan negara hukum yang mengakui eksistensi masyarakat yang meyakini agama dan keyakinanya masing masing. Sungguh merupakan aplikasi dari contoh yang telah dibentuk oleh Rasulullah di negara Madinah dengan mengakomodir semua agama, bahkan suku yang tidak beragama pun disatukan dalam wadah negara yang dipimpin Rasulullah yaitu negara Madinah.
Sistem yang dibangun Rasulullah dan kaum mukminin yang hidup bersama beliau di Madinah, jika dilihat dari segi praksis dan diukur dengan variabel-variabel politik di era modern saat ini, dapat dikatakan bahwa sistem tersebut merupakan sistem politik par excellence. Sehingga jika dilihat dari tujuan-tujuan, motif-motifnya, dan fundamental maknawi dimana sistem itu berpijak, tidak salah untuk dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem relijius.
Dengan demikian, suatu sistem dapat menyandang dua karakter sekaligus, karena hakikat Islam yang sempurna telah merangkum urusan-urusan materi dan ruhani. Termasuk mengurus perbuatan-perbuatan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat.
Dalam politik Islam dikenal konsep kepemimpinan, untuk memahami konsep kepemimpinan maupun jenis negara yang ada dalam khasanah Islam tersebut, perlu untuk terlebih dahulu memahami definisi makna dari konsep kepemimpinan baik dari sisi etimologi maupun terminologi.
Diantara konsep kepemimpinan negara, terdapat berbagai sebutan untuk kepala negara, seperti; khalifah, amirul mu’minin, imam, sulthon, Perdana Menteri dan Presiden. Semua gelaran itu tidak ada yang bertentangan dengan hakekat syariat Islam diciptakan oleh Allah SWT untuk kemaslahatan umat manusia dan makhluk Tuhan lainnya.
Cita-cita dan harapan dari segelintir komunitas yang mewacanakan mengganti model negara bangsa menjadi negara agama mungkin juga hanya ilusi dan hayalan belaka. Sebab model negara yang ada saat ini sudah final dan jelas dari sisi arah, tujuan, sistem dan mekanisme ketatanegaraannya. Sementara model negara yang diwacanakan belum jelas arah, tujuan, sistem dan mekanisme ketatanegaraanya.
Seluruh generasi muda, terutama para bapak bangsa, harus belajar mengisi kemerdekaan ini dan memahami dinamika politik yang sangat tinggi sebagai salah satu ciri bangsa yang sedang berkembang. Agar para generasi muda tidak mudah kena penyakit ‘galau’ yang berakibat pada hilangnya jati diri sebagai generasi harapan bangsa yang wajib mempersiapkan diri untuk mengisi sistem bernegara yang sudah dipersiapkan oleh para founding fathers melalui tetesan keringat, air mata dan darah.
Pada satu sisi, fenomena ‘prilaku galau’ dari sebagian anak bangsa yang mewacanakan dan bahkan memobilisasi massa untuk mendukung konsep khilafah menjadi tanggung jawab bersama, tidak terkecuali orang tua, guru, tokoh pendidik dan tokoh masyarakat lainnya. Pada sisi lain, tentu sangat mendesak bagi seluruh lapisan masyarakat dan semua komponen bangsa untuk ikut serta mengambil peran strategis dalam menyiapkan serta meningkatkan wawasan kebangsaan dan memperkuat semangat nasionalisme keindonesiaan yang berlandaskan pada empat konsensus dasar bernegara (Pancasila, UUD 195, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI).
Sebagai manusia Indonesia yang berwatak republik, tentu sikap diam bukanlah cara cerdas dan tuntas dalam menghadapi fenomena bergelindingnya ‘bola hantu’ bernama negara agama yang bermimpi bisa menjebol pertahanan kekuatan negara bangsa yang sejak dilahirkan oleh para tokoh-tokoh bangsa telah menjadikan nilai-nilai agama sebagai dasar dan falsafah yang tidak terkalahkan dengan faham-faham yang berkembang dan diterapkan pada banyak Negara.
Jati diri bangsa para generasi muda harus dikokohkan dalam mempertahankan Pancasila sebagai falsafah dasar bernegara, dan bukan falsafah dasar beragama. Bila langkah pasti tersebut dapat diwujudkan dalam segala gerak-gerik berbangsa, wacana negara apapun pada akhirnya tidak akan dapat menggoyahkan semangat nasionalisme kebangsaan dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.
Monday, August 13, 2018
Senyum Adalah Sedekah !
Tersenyum!
Islam telahmengajarkan kepada kita bahwa tersenyum adalah tindakan yang diberkati yang mendapatkan kesenangan dari sang pencipta, Allah. Selain memberi kita kesenangan ilahi, ia juga memiliki manfaat fisik, emosional, dan sosial yang sangat besar.1. Fisik- Senyum melepaskan endorfin.- Itu membuat Anda terlihat lebih menyenangkan, menarik, dan mudah didekati.- Ini memperkuat sistem kekebalan Anda.- Menurunkan kecepatan mendengar Anda, artinya mengurangi kecemasan.- Ini melatih sejumlah besar otot wajah dan lainnya yang membantu Anda terlihat muda.
2. Manfaat Emosional ; Sosial- Seperti juga lahiriah menjadi batin. Semakin bahagia Anda menggambarkan diri Anda secara eksternal, semakin bahagia Anda menemukan diri Anda menjadi diri sendiri.- Orang akan lebih menghargai Anda dan lebih terbuka kepada Anda daripada jika Anda terlihat depresi atau agresif.- Tersenyum itu menular, semakin Anda tersenyum orang di sekitar Anda akan tersenyum.
Aplikasi Audio Quran 120 Pelantun
Product description
Quran 120 voices provide their users to listen Full Quran
recitation offline in different voices. In this app listen complete
Quran recitation of each reciter. Open any famous reciter to listen
Quran Majeed directly. You can stop and resume recitation with resume
button. Quran audio offline has the smooth and simple layout. You can
also share the Holy Quran on social media with friends and family. This
AL Quran app makes easy recitation of complete QURAN Majeed. With the
free Holy Quran 360 app, you can conveniently listen the Quran in
inspiring voices.
This is the best app of Quran Audio Album which Play Quran Sharif audio in Voice of Qari Sadaqat Ali and also more than 100 voices. This Quran voices mp3 offline and online available .Mean if you want to listen online or offline Al Quran mp3.This App provide this facility. This complete Quran app is free so this is a gifted app for all those people who want to listen Al Quran Audio in different voices. Quran Sharif mp3 full in audio offline app is working in all type of mobile phones. Quran voice mp3 app is very easy to use so download it. Now also remember in prayers if you like this app.
It has all 30 chapters and 114 surah’s. Resume option will take you to the page where you left reading last time in Holy Quran app.
Al Quran Kareem free is available in Al QuRan AUDIO voices. Al Quran mp3 serve you to listen Muslim Quran Shareef without any payment and with inspiring recitation. Listen holy book Quran from first verse to last verse. Be a part in spreading the Holy Book of Allah and help others to gather its blessings. Share Quran xplorer with friends and family via Sms, Email, Bluetooth, or other social media.
Full quran in arabic free download and listen [Quran offline] and online.
Features Of Holy Book Quran App :
Listen audio Quran in random order.
Automatic transition to the next Qari recitation.
Possibility to listen to recitation in the background.
The Holy Quran audio full voice from the best elders of the Arab Islamic world
The readers of Holy Quran audio are as follows :
Abdullrahman Alsudais
Ahmed bin Ali Al-Ajmi
Abdul Basit Abdul Samad
Maher Almaikulai
Mashari bin Rashid Al Aallasi
Mohammed Siddiq Al-Menshawi
Saad Al-Ghamdi
Idris Abaker
Fares Abbad
Yasser Al Dosary
Abu Bakr Al-Shatri
Mohamed Al-Mohaisni
Salah Bu Khater
Nasser Ali Al Qatami
Saudi Shuraim
Mohamed Jibril
Salah Al Budair
Ali Abdullah Jaber
Hani al-Rifai_tawfiq al-Sayegh
Hattem Farid Al-Hawar
Adel Al-Kalbani
Ahmed Trabelsi
Abdullah Khayat
Quran is complete
Download the Koran
Holy Quran mp3
Holy Quran voice Sudais
Quran listening
Ali Abu Hashim
Ali al-Hudhifi
Ali bin Abdulrahman al-Hudhaifi
Ali Jaber
Ali Hajjaj al - Suwaisi
Emad Zuhair Hafez
Fares Abbad
Lavi Awni
Majid Al Zamil
And many others inspiring recitation of different voices.
This is the best app of Quran Audio Album which Play Quran Sharif audio in Voice of Qari Sadaqat Ali and also more than 100 voices. This Quran voices mp3 offline and online available .Mean if you want to listen online or offline Al Quran mp3.This App provide this facility. This complete Quran app is free so this is a gifted app for all those people who want to listen Al Quran Audio in different voices. Quran Sharif mp3 full in audio offline app is working in all type of mobile phones. Quran voice mp3 app is very easy to use so download it. Now also remember in prayers if you like this app.
It has all 30 chapters and 114 surah’s. Resume option will take you to the page where you left reading last time in Holy Quran app.
Al Quran Kareem free is available in Al QuRan AUDIO voices. Al Quran mp3 serve you to listen Muslim Quran Shareef without any payment and with inspiring recitation. Listen holy book Quran from first verse to last verse. Be a part in spreading the Holy Book of Allah and help others to gather its blessings. Share Quran xplorer with friends and family via Sms, Email, Bluetooth, or other social media.
Full quran in arabic free download and listen [Quran offline] and online.
Features Of Holy Book Quran App :
Listen audio Quran in random order.
Automatic transition to the next Qari recitation.
Possibility to listen to recitation in the background.
The Holy Quran audio full voice from the best elders of the Arab Islamic world
The readers of Holy Quran audio are as follows :
Abdullrahman Alsudais
Ahmed bin Ali Al-Ajmi
Abdul Basit Abdul Samad
Maher Almaikulai
Mashari bin Rashid Al Aallasi
Mohammed Siddiq Al-Menshawi
Saad Al-Ghamdi
Idris Abaker
Fares Abbad
Yasser Al Dosary
Abu Bakr Al-Shatri
Mohamed Al-Mohaisni
Salah Bu Khater
Nasser Ali Al Qatami
Saudi Shuraim
Mohamed Jibril
Salah Al Budair
Ali Abdullah Jaber
Hani al-Rifai_tawfiq al-Sayegh
Hattem Farid Al-Hawar
Adel Al-Kalbani
Ahmed Trabelsi
Abdullah Khayat
Quran is complete
Download the Koran
Holy Quran mp3
Holy Quran voice Sudais
Quran listening
Ali Abu Hashim
Ali al-Hudhifi
Ali bin Abdulrahman al-Hudhaifi
Ali Jaber
Ali Hajjaj al - Suwaisi
Emad Zuhair Hafez
Fares Abbad
Lavi Awni
Majid Al Zamil
And many others inspiring recitation of different voices.
Technical details
Size: 4.3MB
Version: 2.0
Developed By: sunloft
(
Privacy Policy
)
Application Permissions:
(
Help me understand what permissions mean
)
- Open network sockets
- wake_lock
- Access information about networks
- Read from external storage
- Write to external storage
Minimum Operating System: Android 4.0
Approximate Download Time: Less than 1 minute
Subscribe to:
Posts (Atom)










