banner ad

Thursday, February 3, 2022

HADIS PUASA DI WAKTU RAJAB



Imam al-Nawawi berkata:

“Tidak ada larangan dan pujian yang ditetapkan untuk bulan Rajab itu sendiri, NAMUN, 
(1) prinsip tentang puasa adalah bahwa itu terpuji dalam dirinya sendiri, dan 
(2) dalam Sunan Abu Dawud Nabi telah membuat puasa bulan-bulan suci yang terpuji, dan Rajab adalah salah satunya.”

Hadits Puasa Rajab

1. Utsman ibn Hakim al-Ansari berkata: “Saya bertanya kepada Saʿeed ibn Jubayr tentang puasa di Rajab, dan kami kemudian melewati bulan Rajab, dimana dia berkata: “Saya mendengar Ibn Abbas berkata: “Rasulullah menggunakan untuk berpuasa terus menerus sehingga kami pikir dia tidak akan membatalkannya, dan tidak melakukannya terus menerus sehingga kami pikir dia tidak akan berpuasa." Muslim dan Abu Dawud menceritakannya dalam Kitab al-sawm, masing-masing dalam bab tentang puasa di luar Ramadhan, dan dalam bab puasa di bulan Rajab.

Imam Nawawi berkata: “Tampaknya makna yang disimpulkan oleh Saʿeed ibn Jubayr dari laporan Ibn Abbas adalah bahwa puasa di bulan Rajab tidak dilarang dan tidak dianggap terpuji, melainkan hukumnya sama dengan bulan-bulan lainnya. Tidak ada larangan dan terpuji yang ditetapkan untuk bulan Rajab itu sendiri, namun prinsip tentang puasa adalah bahwa itu terpuji dalam dirinya sendiri, dan dalam Sunan Abu Dawud(*) Nabi telah menjadikan puasa suci bulan terpuji, dan Rajab adalah salah satunya. Dan Allah lebih mengetahui.” Sharh Sahih Muslim Kitab 13 Bab 34 #179.

(*) Kitab al-siyam, Bab: "Puasa Selama Bulan Suci". Juga dalam Ibn Majah dan Ahmad, hadits tentang orang yang mengulangi: "Saya dapat menanggung lebih banyak," dan kepada siapa Nabi akhirnya berkata: "Puasalah selama bulan-bulan suci." Maka bahwa Ibn Umar menetapkan berpuasa selama bulan-bulan suci: Musannaf Abd al-Razzaq 4:293, Musannaf Ibn Abi Shayba 1:125.

2. Abdullah, budak Asma' putri Abu Bakar, paman dari pihak ibu dari putra 'Ata', melaporkan: "Asma' mengirim saya ke Abdullah bin Umar dengan mengatakan: "Telah sampai kepada saya kabar bahwa Anda melarang penggunaan dari tiga hal: jubah bergaris, kain sadel yang terbuat dari sutra merah, dan puasa sebulan penuh Rajab." Abdullah berkata kepadaku: "Sejauh apa yang kamu katakan tentang puasa di bulan Rajab, bagaimana dengan orang yang menjalankan terus menerus? puasa? Dan sejauh apa yang kamu katakan tentang pakaian bergaris, aku mendengar Umar ibn al-Khattab mengatakan bahwa dia telah mendengar dari Rasulullah : "Barangsiapa yang memakai pakaian sutra, tidak ada bagian baginya (di akhirat)." Dan saya khawatir garis-garis itu adalah bagian darinya. Dan sejauh menyangkut kain sadel merah, inilah kain sadel Abdullah [=miliknya] dan berwarna merah. Aku kembali ke Asma' dan memberitahunya, jadi dia berkata: "Ini adalah jubah (jubba) Rasulullah ," dan dia mengeluarkan kepadaku jubah yang terbuat dari kain Persia dengan ujung (sutra) brokat, dan lengannya dibatasi dengan brokat (sutra), dan berkata: "Ini adalah jubah Rasulullah dengan A'isha sampai dia meninggal, kemudian aku memilikinya. Rasulullah biasa memakainya, dan kami mencucinya untuk sakit sehingga mereka dapat berobat dengannya."" Muslim menceritakan dalam bab pertama Kitab al-libas.

Nawawi berkata: “Jawaban Ibnu Umar tentang puasa Rajab adalah mengingkari apa yang telah didengar Asma' tentang larangannya, dan ini merupakan penegasan bahwa dia berpuasa Rajab secara keseluruhan dan puasa secara permanen, yaitu kecuali hari-hari 'Id dan tashriq. Ini adalah mazhabnya dan mazhab ayahnya Umar ibn al-Khattab, A'isha, Abu Talha, dan lainnya dari Salaf serta Syafi'i dan ulama lainnya. Posisi mereka adalah puasa abadi adalah tidak dibenci (makruh).”

[Pendapat lain diriwayatkan dari Ibn Umar melalui sebuah hadits dari Ahmad yang dilaporkan dalam "al-Mughni" 3: 167 dimana dia tidak menyukai orang-orang yang berpuasa seluruh Rajab tetapi berkata: "Puasa sebagian dan berbuka sebagian." ]

* * * * *

Nawawi menambahkan: “Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa dianjurkan untuk mencari berkah melalui peninggalan orang-orang shalih dan pakaian mereka (wa fi hadha al-hadits dalil ala istihbab al-tabarruk bi aathaar al-salihin wa thiyabihim).” Sharh sahih Muslim Kitab 37 Bab 2 #10.

3. Bayhaqi menceritakan dalam Shuʿab al-iman (#3802): 
Abu Abdallah al-Hafiz dan Abu Muhammad ibn Abi Hamid al-Muqri berkata:
dari Abu al-ʿAbbas al-Asamm, 
dari Ibrahim ibn Sulayman al-Barlisi, 
dari Abdallah ibn Yusuf, 
dari Amer ibn Shibl, 
yang berkata: "Saya mendengar Abu Qilaba berkata:

“Ada istana di surga bagi orang yang berpuasa di bulan Rajab.”

Bayhaqi menambahkan: "Bahkan jika itu adalah mawquf di Abu Qilaba (yaitu tidak ditelusuri kembali ke Nabi) yang merupakan salah satu Penerus, seperti dia tidak mengatakan ucapan seperti itu kecuali jika itu terkait dengannya oleh seseorang yang telah mendengarnya. dari dia kepada siapa wahyu datang (yaitu Nabi ), dan kelanjutannya adalah dari Allah.""

Sholawat dan Salam atas Nabi, Keluarga, dan Sahabatnya 
GF Haddad ©

Monday, January 3, 2022

SANAD KEILMUAN IMAM SYAFI’I MADZHAB UTAMA NAHDLOTUL ULAMA


SANAD ILMU IMAM SYAFI’I (MADZABNYA NAHDLATUL ULAMA)

SANAD KEILMUAN IMAM SYAFI’I MADZHAB UTAMA NAHDLOTUL ULAMA)
sanad madzab syafii arab

Sanad Imam Syafi’i (w. 204 H) kepada Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallam memiliki 2 Jalur, Jalur Imam Malik dan Jalur Imam Abu Hanifah.

1. Jalur Imam Malik

Imam Malik bin Anas (w. 179 H, Pendiri Madzhab Malikiyah) berguru kepada ① Ibnu Syihab al-Zuhri (w. 124 H), ② Nafi’ Maula Abdillah bin Umar (w. 117 H),
③ Abu Zunad (w. 136 H), ④ Rabiah al-Ra’y (w. 136H), dan ⑤ Yahya bin Said (w. 143 H)Kesemuanya berguru kepada ① Abdullah bin Abdullah bin Mas’ud (w. 94 H), ② Urwah bin Zubair (w. 94 H), ③ al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar(w. 106 H), ④ Said bin Musayyab (w. 94 H), ⑤ Sulaiman bin Yasar (w. 107 H), ⑥ Kharihaj bin Zaid bin Tsabit (w.100 H), ⑦dan Salim bin Abdullah bin Umar (w.106H).Kesemuanya berguru kepada ① Umar bin Khattab (w. 22 H), ② Utsman bin Affan (w. 35 H),③ Abdullah bin Umar (w.73 H), ④ Abdullah bin Abbas (w. 68 H), dan ⑤ Zaid bin Tsabit (w. 45 H).Kesemua Sahabat dari Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallama

2. Jalur Imam Abu Hanifah

Imam Syafii berguru kepada Muhammad bin al-Hasan (w. 189 H), berguru kepada Abu Hanifah (w. 150 H, Pendiri Madzhab Hanafiyah), berguru kepada Hammad bin Abi Sulaiman (w. 120 H).Berguru kepada ① Ibrahim bin Yazid al-Nakhai (w. 95 H), ② al-Hasan al-Basri (w. 110 H), dan ③ Amir bin Syarahbil (w. 104 H).Kesemuanya berguru kepada ① Syuraihbin al-Haris al-Kindi (w. 78 H), ② Alqamah bin Qais al-Nakhai (w. 62 H), ③Masruq bin al-Ajda’ al-Hamdani (w. 62 H), ④ al-Aswad bin Yazid bin Qais al-Nakhai (w. 95 H).Kesemuanya berguru kepada ① Abdullah bin Mas’ud (w. 32 H) dan ② Ali bin Abi Thalib (w. 40 H)Kesemua Sahabat dari Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallama

Madzhab Syafiiyah terdiri dari beberapa generasi (Thabqah).

Thabqah I Murid-Murid Imam Syafi’iAbdullah bin Zubair Abu Bakar al-Humaidi (w. 219 H), Abu Ya’qub Yusuf bin Yahya al-Buwaithi (w. 231 H), Ishaq bin Rahuwaih (w. 238 H), Abu Utsman al-Qadhi Muhammad bin Syafi’i (w. 240 H), Ahmad bin Hanbal (w. 241 H, Pendiri Madzhab Hanbali), Harmalah bin Yahya bin Abdullah al-Tajibi (w. 243 H), Abu Ali al-Husain bin Ali bin Yazid al-Karabisi (w.245 H), Abu Tsaur al-Kulabi al-Baghdadi (w. 246 H), Ahmad bin Yahya bin Wazir bin Sulaiman al-Tajibi (w. 250 H), al-Bukhari (w. 256 H), al-Hasan bin Muhammad bin al-Shabbah al-Za’farani (w. 260 H).

Thabqah II
Abu Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 264 H), Ahmad bin al-Sayyar (w. 268 H), al-Rabi’ bin Sulaiman (w. 270 H), Abu Dawud (w. 275 H), Abu Hatim (w. 277 H),al-Darimi (w. 280 H), Ibnu Abi al-Dunya (w. 281 H), Abu Abdillah al-Marwazi (w. 294 H), Abu Ja’far al-Tirmidzi (w. 295 H), Al-Junaid al-Baghdadi (w. 298 H).

Thabqah III
al-Nasai (w. 303 H), Ibnu Suraij (w. 306 H), Ibnu al-Mundzir (w. 318 H), Abu Hasan al-Asy’ari (w. 324 H, Imam Ahlissunah Dalam Aqidah), Ibnu al-Qash(w. 335 H), Abu Ishaq al-Marwazi (w. 340H), al-Mas’udi (w. 346 H), Abu Ali al-Thabari (w. 350 H), al-Qaffal al-Kabir al-Syasyi (w. 366 H), Ibnu Abi Hatim (w. 381 H), Al-Daruquthni (w. 385 H).

Thabqah IV
al-Qadhi Abu Bakar al-Baqillani (w. 403 H), Ibnu al-Mahamili (w. 415 H), Mahmud bin Sabaktakin (w. 422 H), Abu Muhammad al-Juwaini (w. 438 H), al-Mawardi (w. 458 H), Ahmad bin Husain al-Baihaqi (w. 458 H), al-Qadhi al-Marwazi (w. 462 H), Abu al-Qasim al-Qusyairi (w. 465 H), Abu Ishaq al-Syairazi (w. 476 H), Imam al-Haramain (w. 478 H), Al-Karmani (w. 500 H).

Thabqah V
al-Ghazali (w. 505 H), Abu Bakar al-Syasyi (w. 507 H), al-Baghawi (w. 516 H), al-Hamdzani (w. 521 H), al-Syahrastani (w. 548 H), al-Amudi (w. 551 H), Ibnu Asakir (w. 576 H), Ibnu al-Anbari (w. 577 H), Abu Syuja’ al-Ashbihani (w. 593 H).

Thabqah VI
Ibnu al-Atsir (w. 606 H), Fakhruddin al-Razi (w. 606 H), Aminuddin Abu al-Khair al-Tibrizi (w. 621 H), al-Rafii (w. 623 H), Ali al-Sakhawi (w. 643 H), Izzuddin bin Abdissalam (w. 660 H), IbnuMalik (w. 672 H), Muhyiddin Syaraf al-Nawawi (w. 676 H), Al-Baidhawi (w. 691 H).Thabqah

VII
Ibnu Daqiq al-Id (w. 702 H), Quthbuddin al-Syairazi (w. 710 H), Najmuddin al-Qamuli (w. 727 H), Taqiyuddin al-Subki (w. 756 H), Tajuddin al-Subki (w. 771 H), Jamaluddin al-Asnawi (w. 772 H),Ibnu Katsir (w. 774 H), Ibnu al-Mulaqqin (w. 804 H), al-Zarkasyi (w. 780 H).

Thabqah VIII
Sirajuddin al-Bulqini (w. 805 H), Zainuddin al-Iraqi (w. 806 H), Ibnu al-Muqri (w. 837 H), Syihabuddin al-Ramli (w. 844 H), Ibnu Ruslan (w. 844 H), Ibnu Zahrah (w. 848 H), Ibnu Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H), Jalaluddin al-Mahalli (w. 864 H), Kamaluddin Ibnu Imam al-Kamiliyah (w. 874 H).

Thabqah IX
Jalaluddin al-Suyuthi (w. 911 H), al-Qasthalani (w. 923 H), Zakariya al-Anshari (w. 928 H), Zainuddin al-Malibari (w. 972 H), Abdul Wahhab al-Sya’rani (w. 973 H), Ibnu Hajar al-Haitami (w. 974 H), al-Khatib al-Syirbini (w. 977 H), Ibnu al-Qasim al-Ubbadi (w. 994 H).

Thabqah X
Syamsuddin al-Ramli (w. 1004 H), Abu Bakar al-Syinwani (w. 1019 H), Syihabuddin al-Subki (w. 1032 H), Ibnu ‘Alan al-Makki (w. 1057 H), al-Raniri (w. 1068 H), Syihabuddin al-Qulyubi (w. 1070 H), Muhammad al-Kaurani (w. 1078 H), Ibrahim al-Maimuni (w. 1079 H), Ali al-Syibramalisi (w. 1078 H), Abdurrauf al-Fanshuri (w. 1094 H).

Thabqah XI
Najmuddin al-Hifni (w. 1101 H), Ibrahim al-Kaurani (w. 1101 H), Ilyas al-Kurdi (w. 1138 H), Abdul Karim al-Syarabati (w. 1178 H), Jamaluddin al-Hifni (w. 1178 H),Isa al-Barmawi (w. 1178 H), Athiyah al-Ajhuri (w. 1190 H), Ahmad al-Syuja’i (w. 1197 H).

Thabqah XII
Abdushomad al-Palimbani (w. 1203 H), Sulaiman al-Jamal (w. 1204 H), Sulaiman al-Bujairimi (w. 1221 H), Arsyar al-Banjari (w. 1227 H), Muhammad al-Syinwani (w. 1233 H), Muhammad al-Fudhali (w. 1236 H), Khalid al-Naqsyabandi (w. 1242 H), Abdurrahman Ba’alawi al-Hadhrami (w. 1254 H), Khatib al-Sanbasi (w. 1289 H), Ibrahim al-Bajuri (w. 1276 H).

Thabqah XIII
Zaini Dahlan (w. 1303 H), al-Bakri Muhammad Syatha (w. 1310 H), Nawawi al-Bantani (w. 1315 H), Shalih Darat (w. 1321 H), Muhammad Amin al-Kurdi (w. 1332 H), Ahmad Khatib al-Minangkabawi (w. 1334 H), Mahfudz al-Tarmasi (w. 1338 H), Ahmad Khalil al-Bangkalani (w. 1345 H), Yusuf bin Ismail al-Nabhani (w. 1350 H).

Thabqah XIV
KH Hasyim Asy’ari (w. 1367 H), Pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama

Ditandatangani Oleh:
Rais Am
Dr. KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz
Ketua Umum
Dr. KH. Said Aqil Siroj

Diterbitkan Oleh Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama

Referensi:
1. Muhammad Abu Zahrah “al-Syafi’i”
2. Hadlari Bik “Tarikh Tasyri”
3. Sirajuddin Abbas “Tabaqat al-Syafi’iyah”

Sunday, October 31, 2021

Doa Kanzul Arsyi beserta arti dan keutamaannya

 
Faidah dan berkahnya doa Kanzul 'Arasy

a. Barangsiapa yg membaca doa kanzul 'arasy, Insya Allah cita-citanya dan segala hajatnya akan segera terkabulkan serta anak cucunya mendapat berkah dan gampang rizkinya

b. Diterangkan oleh suatu hadits, bhw Rasullullah saw, pernah pada suatu waktu selesai melakukan sholat dhuhur, didatangi malaikat Jibril. setelah mengucapkan salam kepada Nabi, Jibril berkata: Allah SWT, tlah memberikan surga firdaus kepada engkau dan kepada orang yg membaca doa kanzul 'arasy, karena sangat besarnya pahalanya.

c. Doa kanzul 'arasy kemasyurannya hingga sampai di umpamakan pelita yg sangat menerangi bumi (dunia). doa ini disebut juga rajanya doa dan masih banyak fadhilah yg tiada terhitung
 
 
Bismillaahir rochmanir rochiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana malikil qudduus

Laa ilaaha illalloohu subchaana `aziizil jabbaar

Laa ilaaha illalloohu subchaana rouufir rochiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana ghofuurir rochiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana kariimil chakiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana qowiyyil wafiy

Laa ilaaha illalloohu subchaana lathiifil khobiir

Laa ilaaha illalloohu subchaana shomadil ma`buud

Laa ilaaha illalloohu subchaana ghofuuril waduud

Laa ilaaha illalloohu subchaana wakiilil kafii

Laa ilaaha illalloohu subchaana roqiibil hafizh

Laa ilaaha illalloohu subchaana daa-imil qoo-imi

Laa ilaaha illalloohu subchaana muhyil mumiit

Laa ilaaha illalloohu subchaana hayyil qoyyuum

Laa ilaaha illalloohu subchaana khaaliqil baari-I

Laa ilaaha illalloohu subchaana aliyyil azhiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana waahidil ahadi

Laa ilaaha illalloohu subchaana mu-minil muhaimini

Laa ilaaha illalloohu subchaana khabiibisy syahiid

Laa ilaaha illalloohu subchaana haliimil kariim

Laa ilaaha illalloohu subchaana awwalil qodiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana awwalil aakhir

Laa ilaaha illalloohu subchaana zhoohiril baathini

Laa ilaaha illalloohu subchaana kabiiril muta`aali

Laa ilaaha illalloohu subchaanal qoodhil haajaat

Laa ilaaha illalloohu subchaana robbil `arsyil `azhiim

Laa ilaaha illalloohu subchaanar rohmaanir rohiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana robbiyal a`laa

Laa ilaaha illalloohu subchaanal burhaanis sulthoan

Laa ilaaha illalloohu subchaanas samii`il bashiir


Laa ilaaha illalloohu subchaanal waahidil qohhaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `aliimil hakiim

Laa ilaaha illalloohu subchaanas sattaaril ghaffaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanar rohmaanid dayaani

Laa ilaaha illalloohu subchaanal kabiiril akbar

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `aliimil `allaam

Laa ilaaha illalloohu subchaanasy syaafil kaafii

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `azhiimil baaqii

Laa ilaaha illalloohu subchaanash shomadil ahadi

Laa ilaaha illalloohu subchaana robbil ardhi was samaawaat

Laa ilaaha illalloohu subchaana khaaliqil makhluuqoot

Laa ilaaha illalloohu subchaana man khalaqol laila wan nahaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanal khaaliqir rozzaaq

Laa ilaaha illalloohu subchaanal fattaahil `aliim

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `aziizil ghaniyyi

Laa ilaaha illalloohu subchaanal ghofuurisy syakuur

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `azhiimil `aliim

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil mulki wal malakuut

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil `izzati wal`azhomah

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil haibati wal qudroh

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut

Laa ilaaha illalloohu subchaanas sattaaril `azhiim

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `aalimil ghaibi

Laa ilaaha illalloohu subchaanal khamiidil majiid

Laa ilaaha illalloohu subchaanal khakiimil qodiim

Laa ilaaha illalloohu subchaanal qoodiris sattaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanas samii`il `aliim

Laa ilaaha illalloohu subchaanal ghoniyyil `azhiimi

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `allaamis salaam

Laa ilaaha illalloohu subchaanal malikin nashiir


Laa ilaaha illalloohu subchaanal ghoniyyir rocchmaan

Laa ilaaha illalloohu subchaanal qoriibil hasanaat

Laa ilaaha illalloohu subchaanash shobuuris sattaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanal khaaliqin nuur

Laa ilaaha illalloohu subchaanal waliyyil hasanaat

Laa ilaaha illalloohu subchaanal ghoniyyil mu`jiz

Laa ilaaha illalloohu subchaanal fadhilisy syakuur

Laa ilaaha illalloohu subchaanal ghoniyyil qodiim

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil jalaalil mubiin

Laa ilaaha illalloohu subchaanal khaalishil mukhlish

Laa ilaaha illalloohu subchaanash shoodiqil wa`di

Laa ilaaha illalloohu subchaanal khaqqil mubiin

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil quwwatil matiin

Laa ilaaha illalloohu subchaanal qowiyyul `aziiz

Laa ilaaha illalloohu subchaanal khayyil ladzii laa yamuut

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `allaamil ghuyuub

Laa ilaaha illalloohu subchaanas sattaaril `uyuub

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil ghufroonil musta`aan

Laa ilaaha illalloohu subchaana robbil `aalamiin

Laa ilaaha illalloohu subchaanar rohmaanis sattaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanal baari-il mushowwir

Laa ilaaha illalloohu subchaanar rohiimil ghoffaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `aziizil wahhab

Laa ilaaha illalloohu subchaanal qoodiril muqtadir

Laa ilaaha illalloohu subchaanadzil ghufroonil haliim

Laa ilaaha illalloohu subchaanal malikil mulki

Laa ilaaha illalloohu subchaanal `aziizil jabbaar

Laa ilaaha illalloohu subchaanal jabbaari mutakabbir

Laa ilaaha illalloohu subchaanallaahi `amma yashifuun

Laa ilaaha illalloohu subchaanal qudduusis subuuh

Laa ilaaha illalloohu subchaana robbil malaa-ikati warruuh

Laa ilaaha illalloohu subchaana dzil aalaa-I wan na`maa

Laa ilaaha illalloohu subchaanal malikil maqshuud

Laa ilaaha illalloohu subchaanal hannaanil mannaan

Laa ilaaha illalloohu subchaana Aadamu shofiyyullooh

Laa ilaaha illalloohu subchaana Nuuhu najiyyullooh

Laa ilaaha illalloohu subchaana Ibroohiimu khaliilullooh

Laa ilaaha illalloohu subchaana Ismaa`iilu dzabiihullooh

Laa ilaaha illalloohu subchaana Muusaa kalimullooh

Laa ilaaha illalloohu subchaana Daawuudu khaaliifatullooh

Laa ilaaha illalloohu subchaana `Iisaa ruuhullooh

Laa ilaaha illallaah, Muhammadur rosuulullooh

Allohummar hamnaa bibarokati Taurooti Muusaa wainjiili `iisaa wazabuuri daawuuda wafurqooni muhammadir rosuulillaahi shollallaahu `alaihi wasallama birohmatika yaa arhanar roohimiiin

Wal hamdu lillaahi robbil `aalamiin

///////////////////
 Artinya:
////////////////// 
 Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,mahasuci raja yang mahaqudus.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha ssuci tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mahamulia lagi mahabijaksana

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mahahalus lagi mahamengetahui

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi yang disembah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha pecinta

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang kekal lagi mengurus mahluk nya

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menghidupkan lagi yang mematikan.

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus mahluk nya

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi menjadikan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi lagi maha besar

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang satu lagi esa

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memberikan keamanan lagi maha memelihara

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mencintai lagi maha menyaksikan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang pertama lagi maha terdahulu

Pertama lagi yang terakhir

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang lahir lagi yang batin (nyata lagi tersembunyi)

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi maha tinggi

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memenuhi semua keperluan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguasai arsyi yang besar

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhanku yang maha tinggi

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki bukti lagi kekuasaan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kebesaran

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mengetahui hal yang ghaib

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha bijaksana lagi maha terdahulu

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha menutupi

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha besar

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lai maha sejahtera

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menjadi raja lagi maha penolong

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha pemurah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang dekat kebaikan kebaikan nya

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menguaai kebaikan kebaikan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyabar lagi maha menutupi kesalahan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan nur

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mulia lagi maha mensyukuri

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan lagi maha menerangkan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang murni lai memurnikan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang benar janji nya

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hak lagi yang menerangkan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai kekuatan lagi maha kokoh

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha perkasa

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang hidup lagi tidak mati

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui semua yang ghaib

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi semua cacat (aib)

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai ampunan lagi dimintai pertolongan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan semesta alam

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha menutupi


Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha penyayang lai maha pengampun

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha pemberi karunia

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi memberi kekuasaan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi maha penyantun

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang memiliki semua kerajaan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha agung

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Allah dari apa yang digambarkan oleh mereka (orang orang musyrik)

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan dalan dzat dan sifat nya

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan para malaikat dan ruh

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang mempunyai tanda tanda kebesaran dan nikmat

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci raja yang menjadi tujuan

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih lagi maha pemberi anugerah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, adam pilihan Allah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, nuh orang yang diselamatkan oleh Allah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, ibrahim kekasih Allah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, ismail yang disembelih Allah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, musa orang yang diajak berbicara oleh Allah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, daud khalifah yang diangkat oleh Allah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, ‘isa adalah ruh ciptaan Allah

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, muhammad utusan Allah

ya Allah, rahmatilah kami berkat taurat musa, injil isa, zabur daud dan al qur’an muhammad Saw utusan Allah, dengan rahmatmu wahai yang maha penyayang diantara para penyayang

Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam
 
 
Keutamaannya:
  1. Meningkatkan iman kepada Allah – Seperti pengulangan Laa ilaah Illa Allah pada awal doa serta pujian-pujian untuk Allah
  2. Meningkatkan kimanan kepada para Nabi – Dalam doa diatas, banyak kata yang dapat mengingatkan kita pada kisah nabi sebperti ibrahim, ismail, muhammad, dan lain-lain.
  3. Diampuni dosanya oleh Allah bagi yang membaca doa ini .dan hal hal yang menghapus amal ibadah.
  4. Jika sering mambacanya, maka Allah akan memberikan cahaya terang diwajahnya seperti cahaya bulan pada malam ke 14 bulan-bulan hijriyah.
  5. Akan dimudahkan dalam melewati sirotol mustaqim pada hari kiamat seperti kilat yang menyambar.
  6. Dapat membantu menyehatkan orang yang sakit jika dibacakan doa ini.
  7. Dikabulkan doa dan hajatnya bagi yang istiqomah dalam membaca doa ini.
  8. Bagi yang membaca doa ini akan ditulis pahalanya seribu kali.
  9. Dikuatkan imannya sebagaimana bacaan-bacaan yang mengandung pengingat dan penguat iman.
  10. Dijauhkan dari kekafiran. Jika kita sering membaca doa ini, maka akan dijauhkan dari kekafiran sebagaimana dikuatkannya iman kita.
  11. Dapat menjadi pengkabulan apa saja. Jika membaca doa kanzul arasyi kemudian berdoa dikabulkan apa saja dan dilancarkan urusannya, maka insya Allah akan terkabul
 

Sunday, August 8, 2021

Doa Akhir dan Awal Tahun

 






DOA AKHIR TAHUN....


Bismillaahirrahmaanirraahiim, wa shollalloohu'alaa sayyididinaa muhammaadin wa'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama, Alloohumma maa'amiltu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitanii'anhu falam atub minhu wa lam tardhohu wa lam tansahu wa hamiltu 'alayya ba'da qudrotika 'uquubati wa da'autanii ilattaubati minhu ba'da jiroo-atii 'alaa ma'shiyatika fa-innii astaghfiruka faghfirlii bifadhlika wa maa'amiltuhu fiiha mimma tardhoohu wa wa'adtanii 'alaihits tsawaba wa as-aluka. Alloohumma yaa kariimu yaadzal jalaali wal ikroomi antaqobbalahu minnii walaa taqtho' rojaa-i minka yaa kiriimu wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.


"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau. Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan perbuatan yang Paduka larang hamba melakukannya, sedangka hamba belum bertaubat dari padanya dan Paduka tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Padukapun telah menyayangi hamba setelah Padukapun kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Paduka menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Paduka. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Paduka, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.

Dan apa yang telah hamba kerjakan ditahun ini adalah berupa perbuatan yang Paduka ridhai dan Paduka janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Paduka terima amalan hamba dan jangan hendaknya Paduka putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau."


*********


DO'A AWAL TAHUN....


Bismillaahirohmaanirrohiim. wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama. Allohumma antal abadiyyul qodiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'adliimi wujuudikal mu'awwali wahaadza'aamunjadiidun qod aqbala nas-alukal 'ishmata fiihi minasysyaithooni wa auli yaa-ihi wa junuudihi wal 'auni 'alaa haadzihil ammaaroti bissuu-i wal istighooli bimaa yuqorribunii ilaika zulfa yaa dzal jallali wal ikroom. wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.


"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.

Wahai Tuhanku, Paduka adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugrah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun baru. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau."


Amiin ya robbal 'alamiin...


Wallohua'laam bishshowab...

 

 



Saturday, August 7, 2021

Hadis anjuran Taat pada pemimpin

 



Bolume 9, Jilid 88, Nomor 177:
Dikisahkan oleh Ibn 'Abbas:
Nabi bersabda, “Barangsiapa melihat sesuatu yang tidak disukainya dilakukan oleh penguasanya, maka ia harus bersabar, karena siapa pun yang memisahkan diri dari kelompok Muslim bahkan untuk sejengkal dan kemudian mati, ia akan mati seperti orang-orang yang meninggal sebagai mayat jahiliyah (sebagai pendosa pemberontak) (Fateh-Al-Bari halaman 112, Vol. 16)

Friday, June 11, 2021

Ular yang boleh dibunuh

 


Rasulullah berkata, “Sungguh, ada sekelompok jin yang sudah masuk Islam. Jika kalian melihat salah satu dari mereka (dalam wujud ular) maka usirlah ia dengan halus selama tiga hari. Bila setelah tiga hari ia tetap saja enggan meninggalkan rumah, bunuhlah ia karena hewan yang demikian itu adalah setan!”.

Melalui hadis berikut Nabi menganjurkan para sahabatnya untuk hanya membunuh ular yang berekor pendek atau garis putih memanjang di punggungnya.

Aku mendengar bahwa Rasulullah melarang kami membunuh ular yang ada di dalam rumah, kecuali ular yang berekor pendek (atau yang putus ekornya) dan mempunyai  garis lurus berwarna putih di punggungnya. 


Ular  bergaris  lurus sepanjang punggung ini namanya Ular Cabe Konon katanya ular ini termasuk ular yang sangat berbisa dan berbahaya. Bahkan bisa membunuh sesama ular yang memang berbisa. Jadi ka000lau lo melihat ular dari jarak dekat harap untuk menjauh yaa bro, karena pastinya lo enggak mau hal buruk terjadi kepada lo.

Cabe yang memiliki nama latin Calliophis Intestinalis. . Jadi Indonesia termasuk dalam teritori dari ular berbisa ini. Atau biasanya dalam bahasa Melayu, ular ini biasa disebut ular tali kasut. 

Friday, March 13, 2020

Tshirt Arabic Text

tshirt arabic calygraphy //
#tshirtarabictext

 Pemesanan 

Arabic Calligraphy T-shirt in Kufic Script